Senin, 26 Maret 2012

KEWARGANEGARAAN


       I.            PENGERTIAN KEWARGANEGARAAN

Istilah kewarganegaraan memiliki arti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dan warga negara. Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu negara yang mengakibatkan adanya kewajiban negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan. Adapun menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia, kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan dengan negara.

Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a.       Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
·         Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum anatara orang-orang dengan negara.
·         Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum, tetapi ikatan emosionak, seperti ikartan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.
b.      Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil.
·         Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik.
·         Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukkan pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara.

    II.            PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.
Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah mewujudkan warga negara sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan bangsa.
a.       Standar isi pendidikan kewarganegaraan adalah pengembangan :
·         nilai-nilai cinta tanah air;
·          kesadaran berbangsa dan bernegara;
·          keyakinan terhadap Pancasila sebagai ideologi negara;
·          nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia dan lingkungan hidup;
·          kerelaan berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara, serta kemampuan awal bela negara.
b.      Pengembangan standar isi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud yang dijabarkan dalam rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan.
c.       Rambu-rambu materi pendidikan kewarganegaraan sebagaimana dimaksud yang meliputi materi dan kegiatan bersifat fisik dan nonfisik.
d.      Pengembangan rambu-rambu materi sebagaimana dimaksud dengan Peraturan Menteri sesuai lingkup penyelenggara pendidikan kewarganegaraan.

Minggu, 22 Januari 2012

WINDOWS MOVIE MAKER


PENGERTIAN
Adalah sebuah software yang berfungsi untuk mengedit file video yang ada pada  Microsoft Windows XP, Vista  dan Me. Fitur yang terdapat pada software ini diantaranya  adalah : efek  transisi (bisa dimodifikasi dengan menggunakan XML code.,  title editor (bisa menambahkan titel atau subtitel pada video), audio track, time line naration (berguna untuk menyesuaikan waktu fade out subtitle yang muncul pada video agar sesuai dengan keinginan) dan auto movie.
Versi  awal sfotware ini pertama kali ada untuk microsoft  Windows Me pada tahun 2000 lalu diikuti  microsoft XP pada tahun 2001 (termasuk seluruh versi Microsift Window XP)
Windows Movie Maker adalah software video editing gratis yang dibuat oleh Microsoft. Program ini telah terintegrasi dengan sistem operasi Windows XP. Pada versi awalnya (versi 1.0) tools ini belum memiliki fasilitas yang lengkap, tetapi setelah mengalami perbaikan dan diluncurkan ke publik dalam versi terbaru (versi 2.0) tools ini patut diacungi jempol, mengingat semakin banyaknya fasilitas yang disertakan didalamnya.
Anda dapat menggunakan Windows Movie Maker untuk mengcapture audio dan video dari camera video, web camera atau dari sumber video lainnya, lalu kemudian mengedit hasil capture tersebut menjadi sebuah movie. Selain itu anda dapat melakukan import audio, video maupun gambar ke dalam Windows Movie Maker untuk dipakai bersama movie yang dibuat. Dalam proses edit audio dan video menggunakan Windows Movie Maker Anda dapat pula menambahkan title, transisi dan efek visual sesuai dengan keinginan, untuk kemudian menyimpan hasil final berupa movie ke dalam berbagai format video.

Windows Movie Maker 2.0 memang bukan ditujukan bagi kalangan profesional, tetapi kehadirannya sungguh sangat membantu para consumer yang tidak menginginkan keluar uang untuk membeli sebuah tool editing video. Fasilitas yang disediakan didalam program ini bisa dibilang lengkap, tersedianya fasilitas capture, import, timeline (walaupun dengan jumlah layer yang terbatas), storyboard, beraneka transisi dan efek video, serta fasilitas render mencerminkan bahwa program ini bukanlah program mainan, walaupun masih memiliki berbagai keterbatasan.

Kalau hanya untuk membuat video dokumentasi pernikahan, wisuda, acara piknik, rapat, seminar, film dokumenter dan film independent rasanya sudah cukup apabila diolah menggunakan tool ini. Yang terpenting dalam produksi video adalah berlakunya kaidah “garbage in garbage out”, artinya input video akan menentukan hasil akhir video. Jadi source video yang akan di-edit haruslah bagus dari sudut pandang teknis dan sinematografi, sehingga mendapatkan hasil akhir yang bagus pula.

Konsep Dasar Windows Movie Maker
Terdapat beberapa konsep dasar yang harus dipahami sebelum mulai mengedit video menggunakan Windows Movie Maker. Hal ini bertujuan agar terjadi persamaan persepsi dan pengertian atas istilah-istilah yang nantinya dipergunakan dalam pembahasan.

1.      Memahami Collections, Projects dan Movies
Berikut ini merupakan pengertian dari Collections, Projects dan Movies :
·         Collections, berisikan clip audio, video clip atau gambar yang kita import atau capture dalam Windows Movie Maker. Sebuah Collection berperan sebagai container clipclip (sebagai satuan terkecil dari video dan audio) yang kita miliki. Collection membantu mengorganisir hasil import dan capture. Collections berada dalam Collections pane dalam Windows Movie Maker.
·         Projects, berisi susunan dan informasi waktu dari audio dan video clip, transisi video, efek video dan title yang telah ditambahkan ke dalam storyboard maupun timeline. File project disimpan dengan ekstensi *.wswmm. Dengan menyimpan project maka nantinya project dapat dibuka dan digunakan kembali, dan akan tersimpan pada keadaan terakhir digunakan.
·         Movie, adalah project final yang disimpan menggunakan Save Movie Wizzard. Kita dapat menyimpan movie ke dalam komputer atau recordable CD, atau mengirimkan sebagai attachment email, bahkan menyimpannya ke dalam Web. Movie yang telah tersimpan dapat dimainkan dalam Windows Media Player serta browser web. Jika diinginkan maka movie dapat pula disimpan dalam DV camera menggunakan koneksi yang tersedia (IEEE 1394).

2.      Tentang Source Files
Source file adalah file media digital (misalnya file audio dan video serta gambar) yang diimport ke dalam Project. Ketika Anda mengimport file video, audio atau gambar maka file-file tersebut akan tampil dalam Windows Movie Maker sebagai representasi dari source file asli. File-file yang diimport tersebut tidak akan dicopy/digandakan tetapi hanya namanya saja yang digunakan oleh Windows Movie Maker. Ketika Anda mengadakan perubahan pada file yang telah diimport dalam Windows Movie Maker maka tampilan file dalam Windows Movie Maker akan ikut berubah sesuai dengan perubahan yang Anda buat. Jika Anda menghapus nama file yang telah diimport dalam Windows Movie Maker maka file asli/source file tidak akan ikut terhapus

3.      Perangkat Capture Video dan Audio
Dalam Windows Movie Maker Anda dapat menggunakan berbagai perangkat capture untuk memindahkan rekaman audio dan video ke dalam komputer. Terdapat dua kategori dasar perangkat capture yaitu perangkat capture video dan perangkat capture audio.
Perangkat capture video memiliki fungsi memindahkan rekaman video ke dalam komputer, dalam Windows Movie Maker Anda dapat menggunakan berbagai perangkat capture seperti tertera di bawah ini:
·         Perangkat video analog seperti kamera video analog (Beta, VHS, SVHS dan Hi8) dan Video Cassette Recorder (VCR) yang terhubung dengan video capture analog.
·         Web camera
·         Digital video seperti DV camera atau VCR yang terkoneksi menggunakan port IEEE 1394
·         TV Tuner Card
Perangkat capture audio berfungsi untuk memindahkan audio dari sumber luar ke dalam komputer. Perangkat capture audio yang paling populer adalah microphone (mic). Berikut ini perangkat capture audio yang dapat digunakan dalam Windows Movie Maker :
·         Audio Card (sound card)
·         Microphone yang standalone
·         Builtin microphone dalam perangkat camera video (analog maupun digital)

4.      Menyimpan Movie
Ketika telah selesai melakukan editing pada project dalam Windows Movie Maker maka Anda dapat menyimpannya sebagai movie (proses untuk menghasilkan movie disebut dengan rendering). Anda dapat menyimpan movie ke dalam CD untuk kemudian disebarkan kepada teman, menyimpan dan mengirim movie sebagai attachment dalam email, atau mengirimnya ke video hosting di web, atau dapat pula disimpan kembali dalam DV camera. Movie yang telah tersimpan merupakan media digital yang telah ditambahkan dalam timeline/storyboard, yang didalamnya terdapat clip audio, clip video, gambar, transisi video, efek video, title dan credit.

5.      Jenis File yang Disupport oleh Windows Movie Maker
Dibawah ini beberapa tipe file yang dapat dipergunakan (diimpor) di dalam Windows Movie Maker adalah:
·         File audio, berupa file dengan ekstensi *..aif, .aifc, .aiff .asf, .au, .mp2, .mp3, .mpa, .snd, .wav, and .wma
·         File gambar, berupa file dengan ekstensi *.bmp, .dib, .emf, .gif, .jfif, .jpe, .jpeg, .jpg, .png, .tif, .tiff, and .wmf
·         File video, berupa file dengan ekstensi *.asf, .avi, .m1v, .mp2, .mp2v, .mpe, .mpeg, .mpg, .mpv2, .wm, and .wmv

6.      Antar Muka Windows Movie Maker 2.0
Setelah terinstal maka Windows Movie Maker 2.0 siap untuk dipergunakan. Untuk menjalankan Windows Movie Maker 2.0 caranya pilih Start > All Programs > Windows Movie Maker. Area kerja Windows Movie Maker terdiri dari beberapa bagian.

7.      Menu Bar dan Toolbar
Pada area kerja Windows Movie Maker di area atas terdapat bagian yang bernama Menu Bar dan area tepat dibawahnya dinamakan Toolbar.
Pada area Menu Bar terdapat beberapa pilihan menu, yaitu File, Edit, View, Task, Clip, Play dan Help. Dalam menu-menu inilah terdapat berbagai perintah dalam pengoperasian Windows Movie Maker.
Sedangkan Toolbar berisi tombol-tombol perintah, yang serupa dengan pilihan perintah yang ada dalam Menu Bar. Dalam Toolbar perintah-perintah tersebut ditampilkan dalam bentuk icon-icon sedangkan dalam Main Bar tombol perintah ditampilkan dalam bentuk teks.

8.      Movie Task Pane
Di sebelah kiri area kerja Windows Movie Maker terdapat area yang dinamakan Movie Task Pane. Sama seperti halnya Main Bar dan Toolbar, area ini juga berisi tombol-tombol perintah, bedanya dalam Movie Task Pane perintah-perintah tersebut dibagi dalam beberapa kategori sesuai dengan urutan/tahapan pengolahan video. Movie Task Pane terdiri dari kategori Capture Video, Edit Movie, Finish Movie dan tambahan Movie Making Tips. Untuk menampilkan Movie Task Pane caranya pada Main Bar pilih View > Task Pane, atau klik tombol Task yang berada pada Toolbar.

9.      Collections Pane dan Content Pane
Collections Pane terletak pada area yang sama dengan Movie Task Pane. Untuk menampilkan Collections Pane caranya pada Menu Bar pilih View > Collections, atau klik tombol Collections yang ada pada Toolbar.
Dalam area Collections Pane terdapat 3 buah kategori, yaitu Video Effects, Video Transitions dan Collections. Kategori-kategori tersebut memiliki kontennya masing-masing, isi dari kategori akan ditampilkan dalam Content Pane. Apabila salah satu kategori dalam Collections Pane di klik maka dalam ContentsPaneakantampilisi/anggotadarikategoritersebut.
Kategori Video Effects berisi efek-efek visual yang dimiliki Windows Movie Maker. Berbagai macam efek visual yang dimiliki ditampilkan dalam Contents Pane.
Pilihan Video Transitions berisi efek-efek transisi yang dimiliki oleh Windows Movie Maker.
Sedangkan pilihan Collections berisi koleksi-koleksi clip video, audio dan gambar yang terdapat dalam Windows Movie Maker.

10.  Monitor
Monitor berada di sebelah kanan area kerja Windows Movie Maker, berfungsi menampilkan preview video dan audio.
Di bawah Monitor terdapat sekumpulan tombol playback yang biasa disebut dengan Playback controls, berfungsi untuk memutar clip video dan audio.

11.  Timeline
Di bagian bawah area kerja Windows Movie Maker terdapat sebuah area yang dinamakan Timeline. Timeline berfungsi sebagai tempat meletakkan dan menyusun koleksi file video, audio, transisi, title dan musik. Susunan dalam Timeline akan ditampilkan pada Monitor sebagai preview. Di dalam Timeline Anda dapat melakukan pengaturan durasi clip, pemotongan clip, penambahan efek transisi dan pemberian efek video. Timeline terdiri dari beberapa bagian yang biasa disebut dengan Track. Terdapat 5 buah Track dalam Timeline, yaitu :
·         Video, tempat menyusun clip video dan gambar
·         Transition, berisi efekefek transisi
·         Audio, berisi audio yang menyertai clip video yang disusun dalam Track Video
·         Audio/Music, berisi clip audio tambahan berupa narasi dan musik
·         Title Overlay, berisi title dan credit title yang ditambahkan dalam Timeline
Untuk menambahkan dan menyusun clip ke dalam Timeline, Anda hanya perlu melakukan drag and drop saja, sama halnya ketika ingin menambahkan efek transisi dan efek video.

12.  Storyboard
Storyboard terletak pada area yang sama dengan Timeline. Storyboard merupakan tampilan default ketika Windows Movie Maker dijalankan. Storyboard menampilkan susunan clip secara garis besar. Dalam Storyboard terdapat berbagai informasi susunan clip meliputi durasi, transisi dan efek video. Dengan menggunakan tampilan Storyboard, Anda dapat dengan mudah merubah susunan/urutan clip, merubah efek transisi antar clip yang dipakai, serta merubah efek video yang dipakai. Untuk mengatur durasi clip (audio, video dan gambar), Anda tetap menggunakan tampilan Timeline.

ARSITEKTUR GOTHIC


       I.            DEFINISI
Gothic sebenarnya bukan hanya ada pada aliran musik ataupun gaya hidup/style tetapi juga bisa masuk dalam aliran seni, bahkan tidak menutup kemungkinan gothic juga masuk ke dalam wilayah ideology kearsitekturan. Mungkin terlalu banyak orang yang memandang miring para gothess (penganut/pecinta gothic).
Kebanyakan orang beranggapan bahwa gothic itu sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang berbau satanic, padahal bukanlah demikian kenyataannya. Memang tidak bisa dipungkiri jika para gothess atau bangunan gothic selalu menampakkan dan menonjolkan diri mereka dengan style yang gelap dan kelam (menakutkan menyeramkan). Mungkin dari situlah orang-orang awam menganggap gothic itu terkait dengan satanic, suicidal, kekerasan dan tindak anarki lainnya.
Arsitektur Gothic umum dikenal dengan bangunan Cathedrals, abbeys, dan Parish Churces di Eropa. Selain  itu juga terdapat banyak istana, kerajaan, town hall, universitas, dan bangunan pribadi.
Karakteristik yang paling tercermin membentuk arsitektur Gothic adalah Cathedrals dan Churches. Era Gothic sendiri kemudian berkembang menurut wilayahnya masing-masing. Seperti di Perancis, Inggris, Italia, Spanyol, Portugal, dan Polandia.

    II.            SEJARAH
Gaya Gothic dimulai di Perancis abad ke 12 sampai 16 Masehi. Arsitektur Gothic dikenal sebagai periode “French Style”. Dimana karakteristik desainnya adalah adanya pointed arch, the ribbed vault, dan the flying buttress. Arsitektur Gothic umum dikenal dengan bangunan Cathedrals, abbeys, dan Parish Churces di Eropa. Selain  itu juga terdapat banyak istana, kerajaan, town hall, universitas, dan bangunan pribadi.
Periode ini dimulai penyebarannya dari Prancis. Sebagai kelanjutan dari periode sebelumnya, yaitu adanya kecenderungan untuk menambah ketinggian langit - langit hingga jauh melebihi skala manusia, maka pada periode ini bentuk yang dianut merupakan bentuk arsitektur vernakular Eropa dengan beberapa penyempurnaan.
Tipologi dan karakteristik bangunan Gothic menjadi ciri khas puncak kejayaan pada Arsitektur Gereja.
Gaya Arsitektur Gothic dimulai pada pertengahan abad 12 dan berakhir pada abad 16. Seni gothic diyakini juga sebagai perwujudan seni barbarian. Di Inggris, tepatnya pada abad 17 sampai 18 seni gothic dianggap sebagai seni yang tidak punya cita rasa atau hambar dan juga dianggap sebagai seni yang menyimpang dari kaidah-kaidah seni yang sudah ada.
Beberapa Negara yang menjadi titik perkembangan arsitektur gotic adalah prancis, inggris, jerman, italia, spanyol, belgia dan belanda. Maksud titik disini adalah yang paling menonjol dan merupakan paling terbanyak bangunan gotic. 
 III.            CIRI
Ciri – ciri bangunan gothic adalah :
1.   Ketinggian langit-langit yang jauh melebihi skala manusia, terutama pada gereja-gereja dan katedral.
2.  Bentuk busur yang meruncing, dikarenakan keinginan untuk menciptakan atap meruncing sebagai ciri arsitektur vernakular Eropa. Hal ini merupakan tuntutan iklim salju.
3.      Pengembangan bentuk rib vaults—bentuk kubah yang menyerupai rusuk.Salah satu pembeda arsitektur Gothic dengan periode sebelumnya adalah sistem konstruksi kolom dan langit-langit tidak terpisah. Jadi antara kolom dan rusuk penyangga atap menyatu. Sebagai pengembangan dari struktur busur silang yang banyak digunakan pada periode sebelumnya, bentuk busur rusuk dapat dikatakan terinspirasi dari bentuk ranting pohon. Pada perkembangan selanjutnya, susunan rusuk yang terjadi malah menyerupai kipas.
4.      Kolomnya berkembang menjadi kolom strutural dan non struktural.
5.  Adanya jendela bunga (rose window). Kalua diartikan secara arsitektural kita mungkin semua tahu bahwa itu adalah bukaan yang di maksudkan untuk pencahayaan, tetapi selain itu rose window menurut pengertian religinya, bahwa disini diartikan bahwa sebuah simbol firman tuhan yang artinya memasukkan cahaya kedalam hati jemaat sehingga bisa menerangai hati mereka yang gelap (gereja)




ARSITEKTUR BRUTALISME


       I.            DEFINISI
Brutalisme adalah gaya arsitektur yang melahirkan pembaharu gerakan arsitek dan berkembangnya dunia kearsitekturan. Brutalisme sebagai gaya arsitektur juga dihubungkan dengan suatu ideologi yang berupa kayalan sosial yang cenderung keras untuk didukung oleh para perancangnya.
Bangunan brutalist pada umumnya dibentuk dengan membentur blockish, geometris, dan bentuk berulang, dan sering juga mengulang bentuk tapi tanpa adanya ornamen. Bangunan brutalisme ini biasanya menggunakan bahan bangunan berupa beton tetapi tidak semua bangunan brutalisme ini terbuat dari beton.
Berasal dari beton brut (beton telanjang), yang dipakai oleh Le Corbusier pada bangunan Unite d’Habitation di Marseilles. Bangunan yang dibuat dengan gaya seperti ini, yaitu menggunakan bahan bangunan yang kasar, seperti beton expose, batu bata kasar dan bahan lain yang sejenis termasuk di dalam aliran ini.
Sebagai gantinya, bangunan dapat mencapai Mutu brutalist melalui suatu bahan yang keras dengan penampilan bagunan dan material strukturnya terbuat dari beton. Namun tipe bangunan seperti brutalisme ini hanya di pandang sebelah mata dan banyak orang beranggapan bahwa tipe bangunan seperti ini sebagai gaya yang merusak pemandangan, dalam majalah home office edisi 50 gaya Quenn Anne dikatakan “seperti barang rongsokan”.

    II.            SEJARAH
Bangunan brutalisme berkembang pada tahun 1950 sampai tahun 1970. Awal gaya sebagian besar diilhami oleh Arsitek Swiss, Le Corbusier ( khususnya Unit d'Habitation) dan Ludwig Mies van der Rohe. Istilah brutalisme ini dimulai dari bahasa Prancis Béton brut, atau " beton mentah".
Brutalisme memperoleh daya gerak besar di Inggris sepanjang abad pertengahan 20, ketika keadaan ekonomis tertekan ( dan kerusakan WWII) masyarakat mencari konstruksi murah.
Di tahun terakhir, gaya bangunan brutalistme sudah mulai hilang dari ingatan masyarakat. Dan masyarakat mulai menuju ke gaya pembaharu yang baru lahir menggantikan gaya brutalisme sehingga banyak bangunan gaya brutalistme dirobohkan dan dibangun menjadi gaya yang baru lagi.
Bagaimanapun, gaya brutalisme pada Menara Trelick telah membuktikan bahwa gaya brutalisme sangat populer di antara para arsitek dan masyarakat. Pada waktunya, banyak struktur brutalisme menjadi lebih dihargai oleh masyarakat karena keunikan mereka dan penampilan yang menyolok.
 III.            CIRI
Ciri bangunan dari tipe brutalisme adalah :
1.      Bentuknya geometris dan berulang.

2.      Bentuknya unik.

3.      Menggunakan bahan material berbahan keras seperti :

beton, baja, kaca, dan batu – batuan kasar.

ARSITEKTUR NOUVEAU


       I.            DEFINISI
Yang dimaksud dengan nouveau adalah sejenis seni atau art. Art Nouveau adalah Sebuah gaya dekorasi dan arsitektur internasional yang berkembang tahun 1880 dan 1890an. Dalam desain, Art nouveau bercirikan bentuk ranting-ranting tumbuhan yang berlekuk - lekuk dan berlawanan dengan historicism yang menjamur.
Art Nouveau biasanya juga dapat dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia).
Pengertian art nouveau juga bias diartikan ke dalam sejenis aliran atau langgam atau style seni rupa modern. Hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, di Negara tersebut.

    II.            SEJARAH
Art Nouveau berkembang tahun 1880 dan 1890an. Nama ini berasal dari Maison de l’Art Nouveau, galeri desain interior yang buka di Paris tahun 1896. Di Jerman gerakan ini disebut Jugendstil, diambil dari majalah Diejugend (pemuda) yang dipublikasikan sejak tahun 1896. Di Itali bernama “Stile Liberty” dari nama toko Liberty Style. Di Spanyol bernama “Modernista”, di Austria bernama “Sezessionstil” dan, di Prancis sendiri, istilah bahasa Inggris “Modern Style” sering juga digunakan, menekankan dari mana gerakan ini berasal.
Di Inggris, gaya ini diperagakan oleh arsitektur Rennie Mackintosh, dan karya desain Macdonald bersaudara. Pengaruh Morris yang tersisa di Inggris memperlambat kemajuan gaya baru desain ini meski Mackmurdo, Godwin, Townsend, dan bahkan Voysey semakin condong kea rah Art Nouveau. Gaya ini paling terasa dalam bentuk ilustrasi, misalnya the Yellow Book, the Studio, the Savoy, the Hobby Horse, dan melalui karya Beardsley, Gambar Ricketts dan Selwyn.
Di Prancis, meskipun ada Guimard dengan desain kaca dan metronya yang terkenal, gerakan ini paling dapat diekspresikan dalam seni terapan, terutama gelas-gelas dari Lalique (1860-1945) dan Galle (1846-1904). Di Belgia, gaya ini dingkat melalui Societe des Vingts (Les Vingt) berdiri tahun 1884, termasuk di dalamnya Ensor dan juga arsitek Art Nouveau Horta dan Van de Velde sebagai anggotanya. Di Spanyol gaya ini berpusat pada Gaudi di Barcelona. Di Vienna, arsitek seperti Wagner, Hoffman , dan Olbrich, dan seniman seperti Klimt berkumpul untuk mempromosikan gaya ini melalui majalah Secessionist Ver sacrum. Di Jerman, gerakan ini terbelah antara kebiasaan dekoratif Otto Eckman (1865-1902) dan majalah Pan, dan desain dari Behrens. Di Amerika arsitek seperti Sullivan dan Wright terpengaruh oleh gagasan-gagasan Eropa tapi menerapkan Art Nouveau dalam wujud yang berbeda, sementara desainer seperti Tiffany berpegang teguh pada gaya aslinya.



 III.            CIRI
Ciri – cirri art nouveau antara lainnya adalah :
1.      Dinamis dan mengalir, dengan garis-garis lengkung yang serasi, cukup menggambarkan gaya Art Nouveau. Tampilan lainnya adalah penggunaan hiperbola dan parabola di jendela, lengkungan, dan pintu. Tumpukan-tumpukan konvensional terlihat seakan menjadi hidup dan tumbuh menjadi bentuk-bentuk yang diambil dari tumbuhan. Seperti aliran desain lainnya, Art Nouveau mencari keharmonisan dalam bentuknya.
2.      Art Nouveau dalam arsitektur dan desain interior membangkitkan kembali gaya dari era Victorian. Meski desainer Art Nouveau memilih dan memodernisasikan beberapa elemen abstrak dari gaya Rococo seperti tekstur api dan kerang, mereka juga mempergunakan bentuk organik sebagai sumber inspirasi, mengembangkan bentuk alami dari rumput laut, rumput dan serangga.
3.      Wood-block Jepang, dengan garis lengkungnya, permukaan yang berpola, bagian kosong yang kontras, juga mempengaruhi Art Nouveau. Beberapa garis dan pola lengkungan menjadi kebiasaan grafis yang nantinya banyak ditemukan di karya-karya seniman di seluruh dunia.



ARSITEKTUR GREEN HOUSE


       I.            DEFINISI
Green architecture pada dasarnya berupaya membentuk suatu lingkungan yang lebih menyenangkan bagi manusia sebagai pemakainya dan memberi nilai tambah bagi generasi masa depan yang akan menggunakan dan ramah terhadap lingkungan.
Konsep ‘green architecture’ atau green house menjadi topik yang menarik saat ini, salah satunya karena kebutuhan untuk memberdayakan potensi site dan menghemat sumber daya alam akibat menipisnya sumber energi tak terbarukan. Berbagai pemikiran dan interpretasi arsitek bermunculuan secara berbeda-beda, yang masing-masing diakibatkan oleh persinggungan dengan kondisi profesi yang mereka hadapi.
Green arsitektur ialah ”sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal”.
Konsep arsitektur ini lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan, dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Green architecture dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab, dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang.
Dalam jangka panjang, biaya lingkungan sama dengan biaya sosial, manfaat lingkungan sama juga dengan manfaat sosial. Persoalan energi dan lingkungan merupakan kepentingan profesional bagi arsitek yang sasarannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup.

    II.            SEJARAH
Sejarah green house sendiri berasal dari rumah – rumah yang berada pada tingkatan tradisional. Tradisional sendiri bisa diartikan terhadap kesederhanaan dan dari titik sederhana itu kita dapat memahami sejarah di balik kata green house tersebut.
Yang dimaksud sederhan adalah dimana kita dapat melakukan proses berpikir dalam kegunaan bahan bangunan yang terdapat pada alam yang kita pijak sekarang ini, kita harus bisa menyatukan dan bersahabat dengan alam supaya kita dapat keuntungan positif.
Zaman yang sudah modern seperti saat ini, banyak sekali fasilitas yang sudah memadai. Dengan adanya kebutuhan yang serba instant, membuat orang semakin malas untuk melakukan sesuatu secara konvensional.
Kebutuhan papan yang sekarang menjadi kebutuhan capital bagi setiap orang membuat bidang properti menjadi meningkat. Hal ini dapat mempengaruhi percepatan arus urbanisasi dan dampak social yang terjadi. Mereka yang belum memiliki tempat tinggal secara permanen, telah membentuk lingkungan yang kumuh. Selain itu, pemanfaataan sumber daya alam yang sudah tidak diperhitungkan lagi seberapa besar dampak yang akan terjadi, menambah kerusakan pada alam ini.
Banyak sekali dampak yang terjadi dari pemanfaatan alam yang tidak dimanfaatkan secara sebaik-baiknya. Akhir-akhir ini telah kita rasakan dampak yang terjadi akibat pengaruh dari kerusakan alam ini. Sekarang, ruang hijau menjadi semakin berkurang, dan resapan air juga semakin berkurang sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

 III.            CIRI
Ciri – ciri pada green house sebagai berikut :
1.      Hemat energi / Conserving energy :
Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik (sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan).
2.      Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate :
Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.
3.      Minimizing new resources :
Mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang.
Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.
4.      Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site :
Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).
5.      Merespon  keadaan tapak dari bangunan / Respect for user :
Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.
6.      Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan / Holism :
Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.